Perbedaan Wadah Indeks Ilmiah dan Alasan Kampus Mewajibkan Scopus/WoS/S1

Perbedaan Wadah Indeks Ilmiah dan Alasan Kampus Mewajibkan Scopus/WoS/S1

Bagian 1: Perbedaan Scopus, WoS, DOAJ, dan Database Ilmiah Lainnya

Sederhananya, semua nama di atas adalah mesin pencari / pangkalan data (database) artikel ilmiah, tetapi mereka memiliki kasta, tingkat ketatnya seleksi, dan fokus bidang yang berbeda.

Mari kita petakan dalam tabel perbandingan berikut agar mudah dibaca:

Nama DatabaseKasta / KelasKarakteristik Utama
WoS (Web of Science)Kasta Tertinggi (Global)Kompetitor utama Scopus, dimiliki oleh Clarivate. Seleksinya jauh lebih kejam dan ketat daripada Scopus. Mengeluarkan metrik terkenal bernama Journal Impact Factor (JIF).
ScopusKasta Tertinggi (Global)Standar emas internasional saat ini. Sangat populer di Indonesia karena sistem penilaian metriknya (Quartile Q1–Q4) rapi dan mencakup jutaan artikel lintas ilmu.
PubMedInternasional KhususDatabase gratis khusus untuk bidang Kedokteran, Kesehatan, dan Biologi yang dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat (NLM/NIH). Sangat dihargai di dunia medis.
DOAJ (Directory of Open Access Journals)Internasional MenengahKhusus mengindeks jurnal-jurnal yang bersifat Open Access (gratis dibaca). Seleksinya bagus untuk menyaring jurnal abal-abal, tetapi standarnya berada di bawah Scopus/WoS.
Copernicus (Index Copernicus)Internasional BawahPangkalan data asal Polandia. Sering dijadikan pelengkap, namun standarnya longgar dan di Indonesia kurang diperhitungkan untuk syarat kelulusan atau kenaikan pangkat tingkat tinggi.
SINTA (Science and Technology Index)Nasional (Indonesia)Buatan Kemendikbudristek untuk menilai jurnal lokal Indonesia. Tingkatannya dibagi dari S1 (tertinggi) sampai S6 (terendah). Jurnal Indonesia yang masuk S1 biasanya adalah jurnal yang juga sudah berhasil tembus Scopus/WoS.
Google ScholarTerbuka / UmumMesin pencari paling ramah dan luas. Apa saja yang berbentuk tulisan ilmiah di internet otomatis masuk ke sini, sehingga tidak ada proses penyaringan kualitas sama sekali (jurnal predator pun masuk sini).

Bagian 2: Kenapa UM Menetapkan Syarat Scopus, WoS, atau SINTA 1 (S1)?

Universitas Negeri Malang (UM) — baik dalam syarat kelulusan magister/doktor, luaran hibah penelitian, maupun rekrutmen dosen — menerapkan syarat publikasi di Scopus, WoS, atau SINTA 1.

Alasan utamanya adalah sebagai berikut:

1. Kejar Target IKU (Indikator Kinerja Utama) Kampus

Pemerintah mengukur kualitas sebuah universitas lewat IKU (khususnya IKU 5: Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat atau Mendapat Rekognisi Internasional).

Jumlah artikel dosen dan mahasiswa yang terbit di Scopus dan WoS menjadi metrik langsung yang mendongkrak poin akreditasi UM secara nasional.

2. Peringkat WUR (World University Rankings)

UM bersaing di tingkat dunia melalui pemeringkatan seperti QS World University Rankings atau Times Higher Education (THE).

Salah satu penilaian terbesar dari lembaga dunia tersebut dihitung dari jumlah sitasi dan artikel yang tercatat di Scopus/WoS.

Jika civitas akademika UM hanya menulis di Google Scholar atau Copernicus, performa kampus tidak akan terbaca oleh radar pemeringkatan dunia.

3. Jaminan Kualitas Riset (Validitas Ilmiah)

Menulis artikel ilmiah itu melelahkan dan memakan biaya.

Kampus tidak ingin uang dan waktu riset terbuang di jurnal "ecek-ecek" yang tidak dibaca orang, atau lebih buruk lagi: terjebak di Jurnal Predatori.

Karena Scopus, WoS, dan SINTA 1 memiliki sistem peninjauan (peer-review) yang sangat ketat, riset dari civitas akademika UM dipastikan memiliki kualitas teoretis dan metodologi yang valid serta diakui ilmuwan dunia.

4. Standar Mutu Lulusan Pascasarjana dan Dosen

Bagi mahasiswa S3 (Doktor) atau dosen yang ingin naik jabatan menjadi Lektor Kepala atau Guru Besar (Profesor), publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus/WoS) atau Jurnal Nasional Terakreditasi Tertinggi (SINTA 1) adalah harga mati yang tertuang dalam regulasi hukum pendidikan tinggi di Indonesia.

Kampus UM hanya mengikuti dan menegakkan standar nasional tersebut.

wpChatIcon
wpChatIcon