Apa Perbedaan Impact Factor (IF) dan SCImago Journal Rank (SJR)?

Perbedaan antara IF (Impact Factor) dan SJR (SCImago Journal Rank) adalah salah satu topik paling mendasar yang wajib dipahami oleh peneliti. Keduanya adalah metrik untuk mengukur "seberapa hebat atau berpengaruhnya" suatu jurnal ilmiah, namun cara hitung dan pemiliknya berbeda total.

Secara singkat, IF mengutamakan KUANTITAS sitasi, sedangkan SJR mengutamakan KUALITAS/PRESTISE sitasi.

Berikut adalah tabel perbandingan dan penjelasan detailnya.


Tabel Perbandingan Core: IF vs SJR

Fitur / KarakteristikImpact Factor (IF / JIF)SCImago Journal Rank (SJR)
Pangkalan Data (Sumber)Web of Science (WoS) / ClarivateScopus / Elsevier
Sistem AksesBerbayar (melalui Journal Citation Reports)Gratis (bisa dicek di scimagojr.com)
Prinsip DasarSemua sitasi dianggap bernilai sama (Kuantitas).Nilai sitasi tergantung reputasi yang mengutip (Kualitas).
Rentang Waktu HitunganUmumnya 2 tahun terakhir.3 tahun terakhir.
AlgoritmaPembagian matematika sederhana.Algoritma rumit (mirip Google PageRank).
Batas Sitasi MandiriTidak ada batasan bawaan rumus.Membatasi self-citation maksimal 33%.

Penjelasan Detail Perbedaan Utama

1. Cara Menilai Sitasi (Bobot Nilai)

Impact Factor (IF)

Menggunakan prinsip demokrasi murni. 1 sitasi = 1 poin. Tidak peduli apakah artikel Anda dikutip oleh jurnal top dunia seperti Nature atau dikutip oleh jurnal lokal yang baru berdiri, poin yang masuk ke nilai IF jurnal tersebut tetap sama.

SJR

Menggunakan prinsip prestise. Tidak semua sitasi nilainya sama. Jika artikel di sebuah jurnal dikutip oleh jurnal Q1 ber-SJR tinggi, maka nilai SJR jurnal tersebut akan melompat tinggi. Namun, jika hanya dikutip oleh jurnal Q4, suntikan nilainya sangat kecil.


2. Rumus dan Rentang Waktu (Window Citation)

IF

Menghitung rata-rata sitasi yang diterima jurnal dalam 1 tahun, atas artikel-artikel yang diterbitkan 2 tahun sebelumnya. Rumusnya sangat simpel:

Jumlah Sitasi / Jumlah Artikel

SJR

Menggunakan rentang waktu 3 tahun. Mengapa 3 tahun? Karena bidang ilmu sosial, matematika, dan humaniora membutuhkan waktu lebih lama untuk mengumpulkan sitasi dibanding bidang kedokteran atau sains murni. Rentang 3 tahun ini dianggap lebih adil.


3. Keterbukaan Data (Aksesibilitas)

IF

Untuk melihat nilai resmi IF sebuah jurnal, kampus atau individu harus berlangganan database Journal Citation Reports (JCR) dari Clarivate Analytics yang biayanya sangat mahal.

SJR

Dikembangkan oleh tim SCImago di Spanyol, portalnya (scimagojr.com) bisa diakses oleh siapa saja secara gratis tanpa perlu login atau berlangganan Scopus, meskipun datanya disuplai oleh Scopus.


4. Kontrol Terhadap Manipulasi (Self-Citation)

IF

Lebih rentan dimanipulasi oleh editor jurnal nakal yang memaksa penulis untuk mengutip artikel-artikel dari jurnal itu sendiri (self-citation) demi mendongkrak nilai IF secara instan.

SJR

Memiliki sistem pertahanan yang ketat. Algoritma SJR otomatis membatasi/memotong kontribusi sitasi mandiri (self-citation) maksimal 33% agar nilai sebuah jurnal tidak bisa dimanipulasi secara tidak alami oleh lingkaran internal mereka sendiri.


Kesimpulan: Mana yang Lebih Bagus?

Tidak ada yang lebih bagus, karena keduanya diakui oleh Kemendikbudristek dan kampus besar seperti UM.

  • Jika universitas meminta syarat jurnal terindeks WoS, maka metrik yang Anda lihat adalah Impact Factor (IF).
  • Jika universitas meminta syarat jurnal terindeks Scopus, maka metrik yang Anda jadikan acuan posisi kuartilnya adalah SJR.
wpChatIcon
wpChatIcon