Tanggal: 2 Juli 2026

Lokasi: Universitas Negeri Malang (UM) – Gedung UPT Publikasi Ilmiah UM

UM—Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., memimpin rapat koordinasi yang melibatkan perwakilan INOVASI, Publika, Lab Terpadu, dan LPPM UM. Turut hadir tim Publikasi Ilmiah UM sebagai pusat kerja sama dan akselerasi publikasi di lingkungan kampus.

Selama rapat, Prof. Markus menekankan peran kunci UPT Publikasi Ilmiah UM sebagai motor harmonisasi proses publikasi lintas unit. “Publikasi ilmiah bukan sekadar pelepasan karya, tetapi bagaimana karya tersebut berdampak pada kemajuan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta manfaat bagi masyarakat luas. Kolaborasi antarlembaga di UM harus terus diperkuat, khususnya dalam standar publikasi, proses evaluasi, dan aksesibilitas hasil penelitian,” ujar beliau.

Delegasi INOVASI, Publika, Lab Terpadu, dan LPPM memaparkan program dan dukungan yang tersedia untuk mempercepat publikasi serta meningkatkan kualitas penelitian. Rincian paparan meliputi:

  • INOVASI: alih teknologi, transfer ilmu, serta pendampingan bagi peneliti muda;
  • Publika: peran media akademik untuk memperluas jangkauan publikasi secara etis dan transparan;
  • Lab Terpadu: fasilitas interdisipliner untuk penelitian kolaboratif;
  • LPPM: peluang pendanaan dan mekanisme evaluasi hasil penelitian sesuai kebutuhan institusi.

Para peserta sepakat membangun rangka kerja koordinasi yang lebih formal dengan tujuan:

  • mempercepat proses review dan penerbitan karya ilmiah mahasiswa, dosen, dan peneliti UM;
  • meningkatkan kualitas publikasi melalui standar etik, sitasi, dan faktor dampak;
  • memperluas kolaborasi lintas fakultas, pusat studi, serta mitra eksternal;
  • memaksimalkan pemanfaatan kanal publikasi internal maupun eksternal;
  • memantau dampak publikasi terhadap kajian kebijakan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rapat ditutup dengan komitmen tindak lanjut berupa penyusunan panduan publikasi ilmiah UM yang terintegrasi, pertemuan lanjutan dua bulan ke depan, serta penyelarasan kalender publikasi dan program kolaborasi antara UM dengan INOVASI, Publika, Lab Terpadu, dan LPPM. Kepada pembaca, UPT Publikasi Ilmiah UM menegaskan bahwa peran unit ini sebagai motor koordinator publikasi kampus akan terus menjadi prioritas demi meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan dampak penelitian di lingkungan UM dan sekitarnya. UPT Publikasi Ilmiah UM siap menjadi ujung tombak sinergi publikasi yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan manfaat bagi masyarakat.

Prof. Markus menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam meningkatkan kualitas dan visibilitas publikasi ilmiah kampus. “Publikasi ilmiah bukan hanya soal pelepasan karya, tetapi juga bagaimana karya tersebut berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarlembaga di UM perlu diperluas, dengan fokus pada efektivitas proses, standar publikasi, dan aksesibilitas hasil-hasil penelitian.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi INOVASI, Publika, Lab Terpadu, dan LPPM membagikan gambaran program dan dukungan yang tersedia untuk mempercepat publikasi serta memperkuat kualitas penelitian. Representatif INOVASI menekankan pentingnya alih teknologi, transfer ilmu, serta fasilitas pendampingan bagi peneliti muda. Sementara Publika menyoroti peran media akademik dalam meningkatkan jangkauan publikasi kepada khalayak yang lebih luas, termasuk langkah-langkah promotif yang etis dan transparan. Lab Terpadu memaparkan fasilitas interdisipliner yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penelitian kolaboratif, sedangkan LPPM mengulas peluang pendanaan dan mekanisme evaluasi hasil penelitian yang relevan dengan kebutuhan institusi.

Para peserta rapat sepakat untuk membentuk rangka kerja koordinasi yang lebih formal, dengan komitmen untuk:

  • mempercepat proses review dan penerbitan karya ilmiah mahasiswa, dosen, dan peneliti UM;
  • meningkatkan kualitas publikasi melalui standar etik, sitasi, dan faktor dampak;
  • memperluas kolaborasi lintas fakultas, pusat studi, serta mitra eksternal;
  • memanfaatkan kanal publikasi internal maupun eksternal secara optimal;
  • memonitor dampak publikasi terhadap kajian kebijakan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rapat ditutup dengan komitmen tindak lanjut berupa penyusunan panduan publikasi ilmiah UM yang terintegrasi, pertemuan lanjutan dua bulan ke depan, serta penyelarasan kalender kegiatan publikasi dan program kolaborasi antara UM dengan INOVASI, Publika, Lab Terpadu, dan LPPM. UPT Publikasi Ilmiah UM menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antarunit di kampus akan terus menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan dampak penelitian di lingkungan UM dan sekitarnya.

By: Tim Marketing & Branding UPT PI (SH)

wpChatIcon
wpChatIcon